[artikel] Empeng pada bayi, boleh gk ya?

Posted: February 18, 2010 in kesehatan, parenting
Tags: , , , , , , ,
Jangan Ambil Empengku!

Memberikan empeng kepada bayi seperti makan buah simalakama. Empeng membuat bayi menjadi tenang, namun juga bisa membuat bayi ketergantungan. Lalu harus bagaimana?

Pada awalnya, Lia sangat berterimakasih pada benda kecil bernama empeng. Karena berkat jasanya, bayinya, Fabio (1 tahun) menjadi tenang. Tangisan dan kerewelannya bisa diatasi jika di mulutnya sudah ada empeng yang tertancap. Namun sekarang Lia kebingungan, karena Fabio seperti orang kecanduan. Dia senang menghisap empeng seharian, kecuali saat makan. Dia terlihat sangat nyaman dan bahagia saat mengempeng. Suatu hari, Lia lupa membawa empeng, saat melakukan perjalanan ke luar kota bersama bayinya. Maka perjalanan menjadi sangat tidak menyenangkan karena Fabio rewel dan menangis berkepanjangan, gara-gara tidak bertemu empeng kesayangannya. Empeng yang tadinya berfungsi untuk menenangkan bayinya, sekarang menjadi sumber masalah kerewelannya.

Lia menjadi bingung, bagaimana menghentikan kecanduan Fabio pada empeng. Namun dia membayangkan jika hal itu dilakukan, pasti Fabio akan mengamuk sambil berteriak-teriak, ”Mpeng…, mpeng!” dengan penuh kesedihan, seolah hendak dipisahkan dengan orang yang disayanginya. Di satu sisi empeng berjasa karena bisa membuat Fabio tenang sepanjang hari, namun di sisi lain, Lina tidak rela bayinya kecanduan pada benda kenyal bernama empeng tadi.

Kontroversi
Penggunaan empeng sampai saat ini masih menuai kontroversi. Banyak orangtua berterimakasih pada empeng karena jasanya yang berhasil menenangkan para bayi dari kerewelan. Namun banyak juga orangtua  yang merasa empeng hanya bisa memberikan kenikmatan sesaat, namun menciptakan masalah baru karena susah terlepas dari ketergantungan pada empeng. Penelitan dari Mayo Clinic Health Policy Center, menemukan  pendapat pro dan kontra mengenai penggunaan empeng untuk si kecil.

Kelompok Pro
Kelompok ini menyatakan kesetujuan akan penggunaan empeng pada bayi karena memberikan beberapa keuntungan :

  • Empeng bisa menenangkan bayi. Banyak bayi merasa bahagia saat menghisap sesuatu dalam mulutnya.
  • Empeng bisa menolong di saat-saat penting. Saat kita memerlukan waktu untuk menyiapkan makan bayi, atau saat bayi harus menjalani tes darah, empeng sangat berjasa untuk mengalihkan perhatian bayi.
  • Empeng bisa mengantarkan bayi untuk tidur. Untuk bayi yang mempunya masalah susah tidur, menghisap empeng bisa membuatnya menemukan rasa tenang dan nyaman hingga tertidur.
  • Empeng bisa mengurangi resiko Suddent Infant Death Syndrome (SIDS) atau Sindroma bayi meninggal mendadak. Menurut penelitian terdapat hubungan antara penggunaan empeng selama bayi tertidur dengan pengurangan resiko SIDS. Hal tersebut dipengaruhi posisi muka bayi yang terlentang (karena mulutnya mengempeng), sehingga pernafasannya  lebih lancar.
  • Empeng mudah disingkirkan. Jika tiba saatnya berhenti menggunakan, empeng bisa langsung dibuang. Lebih susah menghentikan bayi yang senang menghisap jempol, karena jempol menempel terus di badan, sehingga tidak mudah dilepaskan.

Kelompok Kontra
Kelompok ini tidak menyetujui pemberian empeng kepada bayi karena bisa membawa banyak akibat negatif seperti :

  • Mengganggu proses menyusui. Menghisap puting ibu tentu berbeda dengan menghisap empeng atau botol susu. Pemberian empeng terlalu dini membuat bayi mengalami “bingung puting”.
  • Membuat bayi mengalami ketergantungan. Kebiasaan bayi menghisap empeng saat tidur, bisa mengakibatkan Anda harus sering terbangun di tengah malam, saat bayi menangis karena empengnya terlepas dari mulut.
  • Meningkatkan resiko bayi terkena infeksi telinga. Aktivitas menghisap empeng dapat menarik cairan dari kerongkongan ke saluran tengah telinga. Hal ini memudahkan bayi terkena infeksi saluran telinga.
  • Menggangggu pertumbuhan dan struktur gigi geligi anak. Penggunaan empeng dalam waktu lama, melewati satu tahun pertamanya, bisa mengakibatkan pertumbuhan gigi depan anak maju ke depan (tonggos).
  • Tidak adanya jaminan kebersihan. Empeng yang terjatuh, kotor, dan tidak higienis, bisa menyebabkan masuknya bibit penyakit ke tubuh anak.

Boleh atau Tidak?
Keputusan untuk memberikan empeng kepada bayi atau tidak, berada di tangan orangtua. Dengan mencermati alasan pro dan kontra terhadap penggunaan empeng, orangtua hendaklah membuat keputusan dengan mempertimbangkan untung ruginya, untuk memberikan yang terbaik untuk bayi. Apapun keputusan orangtua, saat melewati satu tahun pertamanya, bayi seharusnya sudah terbebas dari empeng. Karena pemakaian empeng dalam waktu lama, bisa berdampak negatif, antara lain mempengaruhi pertumbuhan gigi anak. Bagaimana caranya supaya kita sukses menghentikan kebiasaan menghisap empeng!

  • Jangan terlalu mudah memberikan empeng. Setiap kali anak rewel, tidak ada alasan bagi Anda untuk selalu memberikan empeng. Bayi rewel bisa disebabkan kelelahan, bosan, atau tidak nyaman dengan pakaian. Lebih baik cari tahu penyebab kerewelannya terlebih dahulu, dan berikan solusi sesuai dengan penyebabnya.
    lihkan perhatiannya. Ajaklah bayi Anda bermain, bernyanyi, dan bercerita supaya bayi merasa nyaman dan lupa pada empengnya. Daripada dia mengempeng, lebih baik berceloteh sembari mengasah kemampuan bicaranya.
  • Kenalilah kebiasaannya. Misalnya pada jam makan, jangan terlambat atau menunda-nunda memberi makan bayi, sehingga Anda tidak perlu memberinya empeng saat menunggu Anda menyiapkan makanannya.
  • Jangan mudah jatuh kasihan. Anda harus sabar dan konsisten untuk menjaga niatan melepaskan empeng dari bayi. Tahan perasaan Anda, untuk tidak memberinya empeng lagi saat rewel. Yakinlah bahwa ini adalah proses yang harus dihadapi anak menuju kebaikan.
  • Simpanlah empeng di tempat yang tidak terlihat, supaya tidak menggoda anak untuk memakainya lagi.
  • Curahkan rasa cinta dan kasih padanya, untuk membuat bayi merasa aman dan nyaman saat berada di dekat Anda.
Keputusan memberikan empeng atau tidak,  hendaklah selalu memperhatikan kebaikan anak. Jangan sampai  pemberian empeng berhasil menyelesaikan masalah bayi rewel, tapi menimbulkan masalah baru yang lain.
best regards,
~Ayundaku.com~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s